Menolak kenyataan
Beberapa kali saya menolak kenyataan itu, meski setiap hari saya sadar bahwa semua yang terlihat memang benar adanya bahkan hari ini dokter terapi anak saya mengatakan bahwa proses terapi untuk anak seperti anak kami memakan waktu dan biaya yang lama dan panjang sekali. Dari setiap peningkatan yang ditunjukkan oleh anak akan membuat ia mudaj naik level terapi.
Sebagai ibu saya tentu paling sedih dari seluruh orang didunia ini paling terluka ketika mendengar bahwa ternyata banyak hal yang membuat anak saya terbatas anak saya berlebih.
Bagaimana hidup nya kelak bagaimana ia sekolah, main, bagaimana ia bisa menyesuaikan diri dengan kejamnya dunia ini gimana ia bisa bertahan dalam keterbatasan nya Mampukah saya membersamai dia bagaiman dengan apa saya bisa mendukung nya saya bahkan sekarang tak tahu lagi bagaiman mendapat ongkos untuk dapat sampai ke rumah sakit untuk terapi nya. Ya allah... Mudahkan segala urusan ini.
Tak ada lagi waktu untuk sayw meratap untuk saua bersedih sudah waktunya saua struggle melawan rasa lelah letih dan menjadi ibu yang kuat untuk dia. Anak saya
Di kursi rumah sakit hari ini saya tertegun memandanginya melihat senyum nya dan riangnya dia ketika menatap saya. Lalu apakah saya tega dengan sinar mata itu saya tega pasrah dengan senyum tulus itu.
Saya berjanji pada diri saya sendiri akan benar-benar merawat dia menjaga dia dengan sepenuh hati saya jiwa raga saya sehingga ia bisa menemukan sinarnya untuk bersinar di dunia ini hingga ia menemukan hal yang menjadi kelebihan nya kelak dimasa depan. Saya ingin dia bisa mandiri dia bisa berprestasi meski dengan keterbatasan yang ia miliki.
Bukan kah disetiap kesulitan ada kemudahan...?
Maka untuk apa saya khawatir akan masa depannya. Saya hanya perlu merawat dia dengan baik, mengisi harinya dengan kasih sayang hingga dia bisa jadi anak sholeh dan bermanfaat untuk dirinya sendiri. Mandiri tidak merepotkan orang lain dalam hidup nya.
Saya yakin dia anak yang cerdas allahv tidak akan menitipkan sesuatu tanpa maksud dan tujuan dalam hidup saya.
Saya percaya ia anugerah dalam hidup saya.
Komentar
Posting Komentar