Kegundahan seorang ibu

 Ini semua bermula saat aku mengamati bentuk tangan dan tubuh anakku yang sekilas sama namun ternyata berbeda, ia memiliki jari tangan yang sedikit lebih gemuk dari anak kecil seusianya dia juga memiliki jempol kaki yang jaraknya sedikit lebih jauh dari telunjuk kaki nya dan tidak sama dengan anak sesuai nya, kemudian dia belum bisa berjalan di usia nya menginjak ke tahun ke 2 kemampuan bicara nya pun belum meningkat dan yang paling parah adalah ia belum mau menunjuk sesuatu yang ia mau, ia hanya baru sampai tahap membawa apa yang dia mau dan meminta saya untuk membuka atau membantunya bukan menunjuk dengan tangan, saya sering ajarkan setiap saat saya coba untuk membiasakan dia menunjuk atau mengajak berbicara tapi dia tetap tidak menggubris dan malah diam atau menangis.


Kekhawatiran saya semakin kuat ketika setiap ibu-ibu yang bertemu dengan anak saya malah seakan akan melihat dengan mata atau tatap yang aneh juga sedikit merendahkan, kadang bicara nya membuat saya sakit hati ketika mereka menyamakan perkembangan anak saya yang terlambat dengan perkembangan anak mereka yang cepat, menunjukkan bahwa anak mereka cerdas, pintar, tanggap tak seperti anak saya. Bila hal itu terjadi aku akan pulang dan mencurahkan kekesalanku dengan menangis hingga air mata habis, siapa sangka anakku akan terlambat berbicara dam berjalan, aku pun tidak mau anakku seperti itu, aku pun maunya ia pintar cerdas dan kemampuan dia meningkat, tapi apa daya


Esok hari karena aku ingin anakku bisa berjalan aku ajak dia kelapangan dekat rumah untuk melatihnya tapi ia malah tidak nyaman dan menangis, aku meninggalkan dia untuk mengancam agar tidak menangis lagi, tapi ia malah makin menangis dengan wajah memerah aku menariknya dengan memaksa untuk kakinya menapak, dia malah makin menangis dan mengamuk.

Setelah anakku menangis tanpa henti aku pun tersadar aku sadar apa yang aku lakukan padanya itu salah, aku hanya malah menyiksa nya dan membuat ia ketakutan aku langsung menangis dan memluknya erat.

Meski aku ingin kemampuan dia meningkat aku tidak ingin membuat dia sampai stress dan ketakutan saat aku berusaha mengajarkan berjalan aku ingin dia tetap happy aku kasihan padanya. Setelah kejadiannya ini aku berjanji pada hatiku sendiri untuk tidak mendengarkan sindiran orang lain, cibiran orang lain, rendah merendahkannya mereka, aku hanya akan fokus pada anakku melihat apa saja kemajuan yang ia tunjukkan apa meski itu hal kecil,


Aku mulai memeriksakan ia ke dokter, totok syaraf dan pijat bayi. Semoga ia baik - baik saja..

Aamin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review BonCabe Mie Goreng pedas Level 15 dan Boncabe Mie Kuah Ramen Pedas Level 30

Hari ke 10 Kelas Bunda Sayang Zona 3 Cerdas Emosional dan Spiritual

Rekomendasi Lipscrub