Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Hari yang penuh amarah

 beberapa hari ini Entah kenapa emosi saya selalu meningkat padahal dipicu oleh hal-hal kecil saja yang biasanya Saya tidak marah tiba-tiba Hari ini saya bisa emosi meledak-ledak seperti kerasukan setan. Beberapa kali beristigfar namun tetap saja ada saja hal-hal yang membuat saya marah ini itu ya panci lah tidak bisa ngikut ke tempatnya Iya kaos kaki lah yang yang disimpan sembarangan ya sepatu lah yang berserakan ya sampah yang tidak diambil oleh Bapak pengangkut sampah Iya cucian piring ya setrikaan ya baju kotor menumpuk ya semuanya membuat saya pusing dan saya ingin emosi rasanya melihat semua semrawut dan sangat berantakan membuat saya selalu naik tensi. Yang paling membuat kesal adalah ketika Saya mengepel tiba-tiba anak saya di belakang dan ia tertabrak oleh saya bukan Saya kesal kepadanya akan tetapi Saya kesal kepada diri saya sendiri yang tidak melihat kiri kanan belakang depan ketika melakukan pekerjaan rumah sehingga anak saya saya bisa tertabrak oleh saya. Anak Saya b...

Menolak kenyataan

 Beberapa kali saya menolak kenyataan itu, meski setiap hari saya sadar bahwa semua yang terlihat memang benar adanya bahkan hari ini dokter terapi anak saya mengatakan bahwa proses terapi untuk anak seperti anak kami memakan waktu dan biaya yang lama dan panjang sekali. Dari setiap peningkatan yang ditunjukkan oleh anak akan membuat ia mudaj naik level terapi. Sebagai ibu saya tentu paling sedih dari seluruh orang didunia ini paling terluka ketika mendengar bahwa ternyata banyak hal yang membuat anak saya terbatas anak saya berlebih. Bagaimana hidup nya kelak bagaimana ia sekolah, main, bagaimana ia bisa menyesuaikan diri dengan kejamnya dunia ini gimana ia bisa bertahan dalam keterbatasan nya Mampukah saya membersamai dia bagaiman dengan apa saya bisa mendukung nya saya bahkan sekarang tak tahu lagi bagaiman mendapat ongkos untuk dapat sampai ke rumah sakit untuk terapi nya. Ya allah... Mudahkan segala urusan ini.  Tak ada lagi waktu untuk sayw meratap untuk saua bersedih su...

Celebrate im feswar 4 aliran rasaku

Gambar
  Acara ter seru tahun ini adalah tergabung dalam tim empat hamdulillah aku ke bagian edit video untuk pengucapan yel-yel dan kaku ada dong di sana senang banget bisa berkontribusi sedikit dan membantu teman-teman lain dalam tampilnya teman-teman ini sertifikat kenang-kenangan dari Balai main, main bareng ngobrol banget senang - senang bareng alhamdulillah...  seru sekali regu terdiri dari beberapa regional Kemudian dari setiap regional memiliki ciri khas masing-masing dan dari ciri khas itu membuat penampilan kami menjadi unik dan beragam temanya seru banget dan unik membuat semua ikut andil dalam pengerjaan nya... Setiap dari anggota diberikan tugas yang berbeda ada yang menyusun emagzada juga yang edit video dan ada juga yang edit gambar masyaallah seru sekali dipertemukan dengan teman-teman yang sudah pro di bidangnya, seperti menemukan guru baru dam gratis ilmu dalam per editan gambar keren dan menyenangkan. Padahal boleh dibilang kami baru di pertemukan dan di persatukan...

Meja yang kedua

 Sebetulnya setiap dari ibu menurut saya adalah pejuang pejuang dalam hidup anaknya, apalagi anakku yang istimewa lebih butuh perhatian dari anak pada pada umumnya, saya merasa seperti berjuang sendiri sedih sendiri dan rasanya saya jadi sakit sendiri memang saya akui bahwa, suami saya selalu memberi kemudahan untuk memberikan saua fasilitas pendukung dalam membersamai anak kami namun, kadang sikap nya membuat saya merasa sendiri mengalami semua ini. Hari ini adalah jadwal terapi anak kami, terapi berjalan yang kami lakukan satu kali di setiap minggu nya pada hari kamis malam, ia selalu cemberut dan seperti berat sekali mengantar kami ke rumah sakit, seperti tak ikhlas mengantar saya fikir, karena di sepanjang jalan ia hanya diam dan murung tak seperti biasanya. Apakah setiap ibu mengalami hal ini? Sedih sekali menjadi perempuan yang tak berdaya seperti ini, menggantungkan semua hal oada suami saja membuat semua pergerakan saya terbatas. Hanya mengandalkan suami saja membuat saya s...

Embun yang membuat histeris

 Sedih hati saya melihat teman saya yang memiliki anak yamg seumur dengan anak saya namun sudah masuk sekolah, anak saya usianya tepat 2 tahun pekan ini dan alhamdulillah sehat dan baik keadaan nya namun ia belum juga bisa berjalan. Segala sesuatu yang membuatnya berjalan sudah saya lakukan namun tak membuat kakinya semangat melangkah, kakinya bisa digerakkan dengan merangkak nungging ia berjalan dan bermain tapi kan itu bukan berjalan dan tidak ada manusia satupun yang saya lihat yang normal berjalan dengan posisi tersebut. Sudah saya usahakan dari asupan gizi, vitamin, stimulasi dengan pijat dan terapi berjalan pun sudah saya usahakan namun kakinya tak kunjung mau berlari masih saja rambatan sedih sekali rasanya. Karena melihat teman seusai nya sudah sekolah bahkan saya mulai lebih semangat untuk mengajak dia berjalan, pagi ini saya tapakkan kakinya ke rumput karena kata orang kalo ada anak yang dilatih berjalan itu medianya embun rumput, bukan bisa berjalan ia malah histeris ket...

Selalu ada meski tak terlihat

 Sore hari itu, tiba-tiba aku melihat betapa lelah suamiku bekerja, ia berususah payah mengerjakan pekerjaan sepulang kerja, padahal ia baru saja pulang dari pabrik, sementara bapak - bapak yang seusia bermain tertawa menikmati olahraga volly yang dimainkan di lapangan sebelah rumah. Saat melihat pemandangan ini hati kecilku sedih sekali, andai aku bisa membantu andai tenagaku terpakai olehnya tidak hanya menonton saja dan menikmati melelahkan nya ia menjalani pekerjaan nya. Ia selalu bilang ia tidak lelah ia tidak capek padahal dari sorot mata itu aku tahu betul bahwa keringat sedari pagi yang bercucuran itu bahkan sampai kering dibadan, Aku bersyukur memiliki suami yang luar biasa, pekerja keras, mau kerja, baik penyayang dan penuh cinta, memang dia kadang tidak romantis tapi di beberapa momen ia malah lebih romantis dari siapapun. Ia selalu berusaha untuk membuat aku dan anak kami nyaman, bahagia sehat dan selalu disamping nya. Sering aku berfikir bila ia tidak menikah dengan ku...

Yang terdapat didalam

 Bagai hutan penuh dedaunan dari pohon rindang yang ada didalamnya, begitu juga hati manusia tak ada yang tahu seberapa dalamnya dam seberapa luas kedalaman hati itu sampai kau masuk kedalam dan memahami isinya kau akan tahu bagaimana isinya saat mulai mengenal nya. Beberapa kali hati ini tertegun melihat sesuatu yang tersirat di laman sosial media, dia yang terlihat bahagia dan penuh cinta, tawa senyum sumringah seakan menggambarkan betapa penuh cintanya keseharian yang dialaminya. Honnest im happy for you really, awalnya ku fikir kau akan menjalani kehidupan masa depan yang sulit namun, sepertinya tidak kau terlihat bahagia dan dicintai dengan baik oleh orang-orang di sekeliling mu. Aku tenang, karena disini akupun merqda hal yang sama bahagia menjalankan rumah tangga dan kehidupan ku, meski kadang membosankan dan menjengkelkan. Aku tak pernah menyangka akhir dari kita akan seperti ini, kau adalah hal yang penting yang ingin ku pertahanan namun ternyata keadaan mengarahkan tempat...

Disimpan saja

Kabar buruk

 Hari ini saya dapat kabar dari pihak agency bahwa salah satu client membawa kabur uang kami para talent. Saya menunggu gaji uang hasil iklan di sosmed setelah satu bulan lamanya ternyata uang di bawa kabur dengan mudahnya oleh si penipu. Pada saat mendengar langsung saya menangis tiba-tiba air mata menetes dan lama kelamaan menderas. Saya meminta pertanggungjawaban dari agency namun pihak angency tak ada kemampuan untuk membayar sekitar 28 talent yang bekerja dan kemungkinan bila di uangkan bisa hampir menginjak angka 3 juta keseluruhan. Sementara untul agency pemula yang menangani talent dengan Followers tidak banyak seperti kami rasanya sulit, dia pun dapat fee hanya 10% dari job yang kami terima maka dari itu saya tidak bisa menuntut. Saya berencana saat mendapat gaji akan saya belikan alat dorong untuk membantu berjalan anak saya sebenarnya tapi apalah daya kejadian nya seperti ini adanya mungkin harus di tunda dahulu keinginan itu.  Kesal dan sakit hati sekali rasanya ha...

Tak terbayang

 Pada awalnya saya fikir akan sulit sepertinya bagi saya untuk menulis setiap hari mengenai hal yang saya alami di keseharian saya, saya merasa tidak ada yang menarik dari apa yang saya lalui. Semua hanya rutinitas saja bagi saya mencuci, mengepel, jemur, ngurus anak sudah lumrah bagi emak - emak yang tidak bekerja. Akan tetapi ternyata tidak juga banyak hal yang saya temui banyak hal pula yang bisa saya jadikan cerita dalam tulisan misal saja siang tadi saya ikut serta kerja bakti membersihkan pelataran masjid dekat rumah bersama ibu-ibu lainnya. Atau bercerita mengenai harga telur yang kemarin melambung tinggi mencapai amgka 40 ribu tapi hari ini turun jadi normal di angka 27 ribu,atau mungkin saya bisa bercerita mengenai cabai yang saya taruh kulkas dan tidak digunakan hingga basi dan membuat saya menyesal karena mubazir tidak bisa di gunakan bisa juga saya bercerita mengenai job Endorse saya yang tidak dibayar karena kesalahan saya tidak memasukkan kedalam daftar list yang di b...

Si Ibu Pemilik rumah yang memukau

 Sore hari tiba - tiba bapak nya mengajak kami saya dan anak kami untuk survei tempat yang akan jadi customer kitchen set kami berikutnya , saya sangat antusias meski belum mandi dan sedikit kecut dibadan tak membuat saya malu untuk ikut serta kesana bersamanya. Disuguhkan jalan yang lumayan sepi kemudian melewati perkampungan dan ternyata tibalah kami di tempat tujuan, subhanallah indah sekali pemandangan nya rumah didalam perumahan akan tetapi menghadap ke pelataran sawah yang luas yang sedang proses tanam, tak terbayang betapa hijau segar nya nanti saat proses menanam selesai kemudian panen, wah saya takjub sekali. Jujur awalnya saya sedikit underestimate dengan penampilan si ibu pemilik rumah jarang sekali saya melihat nya rapi selain untuk ke gereja pun ketika ke gereja ia hanya mengenaka kemeja atau kaos kerah biasa jauh dari kata mewah dan elegan seperti gaya-gaya yang biasa saya temui sebelumnya untuk orang sekelas beliau.  Untuk keseharian nya biasanya ia akan mengena...

Sedikit yang menyakitkan

 Keadaan keluarga ku bukan miskin, tapi mungkin bisa disebut cukup, cukup untuk makan, untuk jajan di warung terdekat, cukup untuk membeli susu dan popok anak, cukup untuk bayar kontrakn listrik dam air bulanan sayangnya untuk alokasi merawat diri tidak ku sisihkan. Aku bukan tidak mensyukuri apa yang Telah ditentukan padaku saat ini, namun rasanya beberapa kali aku merasa sangat sedih karena keadaan ini. Semalam aku kesal setengah mati melihat giveaway yang aku ikuti ternyata aku tidak menang meski ada  5 kategori pemenang, kenapa sih kalah????  Entahlah pdahal sebelum aku memulai ikut pasti aku Akan cermati setiap langkah dan ketentuan yang diberikan aku merasa  sudah sesuai, membuat sesuai dengan persyaratan tapi ternyata pemenang bahkan tidak seusai dengan persyaratan yang ada, sedangkan aku yang berusaha sesuai malah tidak menang yah, aku dan 80 peserta lain yang juga tida menang. Aku bukan kesal karena kalah, tapi aku merasa kesal sekali karena pemenang aku ang...

Kegundahan seorang ibu

 Ini semua bermula saat aku mengamati bentuk tangan dan tubuh anakku yang sekilas sama namun ternyata berbeda, ia memiliki jari tangan yang sedikit lebih gemuk dari anak kecil seusianya dia juga memiliki jempol kaki yang jaraknya sedikit lebih jauh dari telunjuk kaki nya dan tidak sama dengan anak sesuai nya, kemudian dia belum bisa berjalan di usia nya menginjak ke tahun ke 2 kemampuan bicara nya pun belum meningkat dan yang paling parah adalah ia belum mau menunjuk sesuatu yang ia mau, ia hanya baru sampai tahap membawa apa yang dia mau dan meminta saya untuk membuka atau membantunya bukan menunjuk dengan tangan, saya sering ajarkan setiap saat saya coba untuk membiasakan dia menunjuk atau mengajak berbicara tapi dia tetap tidak menggubris dan malah diam atau menangis. Kekhawatiran saya semakin kuat ketika setiap ibu-ibu yang bertemu dengan anak saya malah seakan akan melihat dengan mata atau tatap yang aneh juga sedikit merendahkan, kadang bicara nya membuat saya sakit hati keti...

Cerita Tahap telur merah

 Remainder untuk melanjutkan perkuliahan sudah menyala akan ada cerita hari ini yang di paparkan oleh magika dan diperjelas oleh Kunang-kunang. Diawal tahapan yaitu tahap telur hijau didalam nya kami diminta untuk lebih mengenal diri lebih tahu akan apa yang disukai apa yang diinginkan apa yang diminati aktivitas yang disuka yang ditekuni kemudian jadi cekatan  Kami diminta merecap telur hijau yang berisi aktivitas yang kami pilih dan di minta untuk kembali di lihat apa disukai dalam aktivitas yang di masukkan kedalam telur hijau.  Kemudian diminta untuk ditanyakan kembali alasan suka dalam aktivitas tersebut, gali apa yang diminati, apa topik nya untuk siapa hal tersebut di lakukan kemudian apa tujuan aktivitas tersebut, diingatkan kembali aktivitas yang di masukkan adalah aktivitas yang bener2 disukai bukan aktivitas rutin yang diharuskan.  Cari dasar aktivitas yang kita pilih kemudian lihat lagi apa yang didapat dari aktivitas yang dilakukan. Cari dengan sungguh-s...

Hari pertama ditahun 2022

 Alhamdulillah allah swt maha baik memberikan usia lagi untuk saya memulai tahun 2022, semoga di tahun ini bertambah keimanan, ketaqwaan kekuatan dalam melewati hari-hari yang berat. Tahun lalu beberapa pencapaian bisa ter realisasikan, beberapa masih on progress dan beberapa masih dalam angan tak tersentuh sedikit pun tak masalah asalkan masih berusaha mewujudkannya saya rasa hal yang wajar, tidak semua sesuai rencana dan target yang ditentukan. Saya dan suami berharap bisa memiliki rumah, kendaraan, membawa anak untuk terapi, dan punya sampingan untuk menambah pemasukan alhamdulillah hampir 70% tercapai, rumah anak dan sampingan yang ternyata malah membanyu perekonomian keluarga hampir 75% banyaknya alhamdulillah. Ada satu hal yang sampai detik ini belum juga ada titik temu untuk kepinginan yang sangat kuat namun belum ada celah untuk mewujudkan ini yaitu berpenghasilan sendiri. Saya merasa dengan berpenghasilan sendiri dapat membuat saya mandiri, apa - apa tidak mengandalkan sua...