Meja yang kedua
Sebetulnya setiap dari ibu menurut saya adalah pejuang pejuang dalam hidup anaknya, apalagi anakku yang istimewa lebih butuh perhatian dari anak pada pada umumnya, saya merasa seperti berjuang sendiri sedih sendiri dan rasanya saya jadi sakit sendiri memang saya akui bahwa, suami saya selalu memberi kemudahan untuk memberikan saua fasilitas pendukung dalam membersamai anak kami namun, kadang sikap nya membuat saya merasa sendiri mengalami semua ini.
Hari ini adalah jadwal terapi anak kami, terapi berjalan yang kami lakukan satu kali di setiap minggu nya pada hari kamis malam, ia selalu cemberut dan seperti berat sekali mengantar kami ke rumah sakit, seperti tak ikhlas mengantar saya fikir, karena di sepanjang jalan ia hanya diam dan murung tak seperti biasanya. Apakah setiap ibu mengalami hal ini? Sedih sekali menjadi perempuan yang tak berdaya seperti ini, menggantungkan semua hal oada suami saja membuat semua pergerakan saya terbatas. Hanya mengandalkan suami saja membuat saya sedih dsn merasa diri ini rendah.
Seperti hari ini andai saya punya banyak uang, tentu saya tidak perlu memintanya untuk mengantar kami ke rumah sakit, tentu saya akan lebih nyaman untuk sewa ojol ketimbang meminta tolong padanya. Andai uang saya ada mungkin tak akan lagi saya merepotkan dia menjadi beban baginya menjadi hal yang kurang menyenangkan untuk nya.
Kadang hati memberontak, kenapa dia berlaku begini padahal anak ini adalah anak kami berdua tapi setiap mengantar anak kami untuk terapi dia seperti berat dan enggan melangkah.
Disini di meja ke 2 pojok kantin rumah sakit aku bisa menangis sedih sesuka ku, merintih merenung dan meratap seinginku. Disini di mejanke 2 ini aku sendiri mencoba tetap sabar dan semangat meski tanggapan suamiku orang terdekat malah bersikap sebegitu nya disini aku yang hanya bisa diam dan menerima semuanya.
Aku berharap kelak aku punya uang sendiri punya penghasilan sendiri agar tak bergantung pada siapapun bahkan suamiku sendiri aku ingin mandiri membiayai semuanya sendiri agar tak seenaknya orang memperlakukan aku semuanya
Komentar
Posting Komentar