Jenuh dengan dosa
akan ada ketidakmampuan kita bertahan dalam kisah yang sama,, apalagi
pada saat prinsip hidup mulai kearah kebaikan, Contohnya hal yang aku
alami saat ini
beberapa kali aku mendengar tausiyah mengenai
haramnya pacaran dalam islam , ada begitu banyak pemikiranku yang
berubah setelah beberapa kali mendengar tausiyah tersebut, aku semakin
merasa begitu banyak kerugian dalam melakukannya (pacaran) akan tetapi ,
aku sudah berada didalamnya selamam bertahun-tahun, bahkan aku merasa
aku tidak akan pernah bisa keluar dari lingkaran dosa yang aku buat
sendiri, aku selalu merasa dibayanng-bayangi dosa besar setiap aku
melakukannya , bersentuhan tangan, gandengan,senderan, pelkuan , ciuman.
yanng artinya aku menikmati semua hal yang seharusnya belum aku rasakan
dari lawan jenis, walaupun aku akui aku tidak sampai lebih dari itu
tapi tetap saja bayang-bayang neraka ada dibelakang perilaku yang aku
lakukan itu,
aku terkadang merasa sangat rendah dimata sang pencipta, aku jijik pada diriku sendiri
aku
ingin terlihat baik dimata orang tapi malah aku menjadi kotor dimata
tuhanku, menjadi mulia di mata manusia tapi malah menghinakan diri
dimata Allah, di bilang pelacur aku enggan tapi perbuatanku sendiri
mirip dengan pekerja Sex dipinggir jalan.padahal agamaku sangat
menghargai seoranng wanita , wanita diistimewakan ,dihargai dan bahkan
diibaratkan surga ada dibawah telapak kakinya, tidak sampai disitu
tahukah kalian betapa munfiknya diriku,
ibadah wajib
kulakukan dengan sepenuh hati,kututup auratku dengan hijab berlagak sok
suci didepan manusia, tapi tak satupun tahu betapa buruknya aku bahkan
jika dibbandingkan dengan wanita tak berhijab diluar sana
kewajibannya aku lakukan tapi larangannya aku langgar sendiri. ini bahaasa manisnya kalo kasarnya
'' mengaku beriman pada Allah,tapi aturan Allah SWT dianggap SAMPAH''
aku
jenuh denngan semua dosa yanng aku lakukan ,jenuh dengn apaa-apa yang
ku perbuat tidka sesuai dengan ketentuan yang Allah buat, aku merasa
bosan dengan perilakuku yang buruk itu, bukan tidak pernah aku mencoba
keluar dari lingkaran pacaran ini , malah tak terhitung jumlahnya , tapi
aku kembali lagi,lagi, dan lagi,
aku faham betul Allah menerima semuaa pertobatan, tapi aku sendiri malu bertobat , untuk apa ??
saat ini aku bertobat , meminta ampun, merengek-rengek dalam do'a akan tetapi esok hari aku kembali pada dosa yang sama.
tapi
aku tak ingin putus harapan, Allah pasti akan memberiku jalan keluar
terbaik , dan yang terbaik adalah menjadi hambaNya yang taat.
Komentar
Posting Komentar